Posts filed under 'Splash'

Ga bales!

gwe : ga ngerti gwe… telpon ga diangkat, sms gak dibales..

zakie : coba lo timpuk, bales gak dia???

gwe : hahahhaha…

2 comments June 3, 2008

love him is to need him everywhere

I want him everywhere and if he’s beside me
I know I need never care
But to love him is to need him everywhere
Knowing that love is to share (Sissel – Here, There ANd Everywhere)

Salah gak sih kalo gw berpikir sama? Kalo gw pengen dia ada saat gwe butuh, toh gwe akan berusaha ada kalo dia butuh? It’s a basic rule, isn’t it?

Add comment June 2, 2008

A Quote…

Love is not about finding the right person, but creating a right relationship. It’s not about how much love you have in the beginning but how much love you build till the end.

Add comment June 2, 2008

Comment..

Sebenernya comment di bawah ini buat nadia, sepupunya Happy. Tapi ga tau kenapa narsis gwe keluar dan merasa gwe juga ikut dikomen-in. hehe.. Komennya bagus! Tapi gwe sebenrnya gak tau si Audy ini siapa ya? Hahahah… Lucu ga ya? Lho?! Teuteup usaha! Baca deh, bagus…

  • Audy
  • congrats nadine ndot for ur freedom..

    this is not something that u have to cry for..

    this is something u have to celebrate!

    why?

    bcoz from now on..

    u can start new chapter in ur life..

    u pass the test..please go to the next level,baby..

    God will fix what they’ve done to u..

    there’s always beautiful rainbow after the rain..

    they hurt u coz they just dont know how to love a girl like u..

    they hurt u coz they couldnt see what u have inside..

    and that’s their problem..not yours..

    take it easy..

    life goes on..

    u’r gonna be the one who smiles at the end of the road..

Add comment May 28, 2008

Apa Kabar?

Kemaren gwe ntn Indiana Jones sama kantor. Trus di akhir cerita akhirnya Indy merit sama Marrion setelah mereka ngelaluin banyak hal yang berat. Tuhan emang seenaknya sendiri (baca:tau waktu yang lebih tepat) ya kalo ngejodohin orang. Gwe jadi inget puisi pertama yang gwe dapet. Eh salah! Supposed to be my first poetry, karena ditulis 8 tahun yang lalu, dan baru sampe ke tangan gwe November 2007. Kenapa Tuhan ngasi kesempatan puisi itu gwe terima baru skarang2 ini? Karena ini waktu yang lebih tepat? Gak juga! Ternyata ga mulus juga jalannya. Apa nanti akan ada waktu yang lebih tepat? Jadi Tuhan kasihnya secuil2 dulu? Ndak tau… we’ll see…
Apa kabar?
Aku sudah lama tak mendengar kabarmu.
Padahal kau pandang bulan yang sama dengan yang kupandang.
Pada jalan yang kususuri pun masih terpeta jejak langkahmu ketika kau menapakinya.
Tapi angin tak pernah menghantarkan percikan dirimu ke pelukanku.
Mungkin hanya sesekali kau muncul dalam semu jeratan mimpiku.
Dan aku tak pernah tahu apakah aku pernah terbang mengunjungi kabut mimpimu.
Apa yang sedang kau lakukan sekarang?
Sungguh, aku benar-benar tak tahu.
Aku kehilangan jejak langkahmu sejak kau letakkan kaca pemisah buram di antara kita.
Bahkan memandang dari balik kaca untuk mengintip bayang dirimu pun aku tak bisa.
Kabut pedih yang melingkupi terlalu tebal.
Hanya gegap nyeri berdenyut yang kudapat.
Siapakah sekarang yang merajut tetesan waktu bersamamu?
Untaian masa kita terburai sudah.
Hanya tertinggal serpihan-serpihan jiwa yang terserak.
Terbelenggu dalam hening yang menyiksa.
Tapi aku rindu.
Bodohkah aku jika masih saja mengalamatkan rindu padamu?
Saat tak ada lagi detik yang kau lewatkan untuk mengingatku.
Saat tak ada lagi sisa diriku yang terpatri dalam hidupmu.
Cabikan kenangan tentangku telah terburai.
Bahkan hanya sekedar namaku pun kau lupakan.
Hanya hening yang kau tawarkan padaku.
Tanpa imbalan apapun.
Kau lontarkan hening ketika kupersembahkan rinduku.
Hening yang terus meraja.
Hening yang lahir dari benci.
Rinduku terbentur hening.
Tapi aku masih tetap merindumu.
Kurengkuh hening ketika kumerindumu.
Sudahlah.
Tak peduli aku berteriak sekuat tenaga kau tak akan mendengarku.
Kau lebih memilih hening untuk menggantikan jerit hatiku.
Hening yang menulikan.
Hening yang hanya hantarkan cakap rindu kekasihmu.
Semoga kau baik-baik saja di seberang hening yang memisahkan kita.
Aku.

Add comment May 28, 2008

A Quote…

Aunt May: A man needs to put his wife before himself. Can you do that, Peter?

4 comments May 21, 2008

A Quote…

So love the people who treat you right, forget about the ones who don’t, and believe that everything happens for a reason. If you get a chance, take it. If it changes your life, let it. Nobody said that it’d be easy, they just promised it would be worth it. Eventually feels a lot better than actually.

* Thanks, A… Makasih juga lagunya.. Iya, nih aku lagi coba senyum (walaupun teriris-iris!)… ;p

Add comment May 8, 2008

Aku Rindu Caramu

Aku sudah mulai lupa bagaimana senyummu, tapi aku ingat caramu yang selalu bisa meluluhkanku…

Aku bahkan mulai lupa detail wajahmu, tapi aku tetap ingat bagaimana caramu bisa meneduhkanku…

Aku juga lupa tentang candamu, tapi aku ingat caramu meredakan marahku…

AKu lupa tentang suaramu, tapi aku ingat caramu berkompromi tanpa emosi…

Aku sudah lupa postur badanmu, tapi aku selalu ingat caramu untuk selalu membuatku nyaman…

Aku lupa rasa pelukanmu, tapi aku selalu ingat caramu mencoba mengerti cara berpikirku…

Aku lupa rasa usapan tanganmu di punggungku saat aku marah, tapi aku ingat caramu itu selalu bisa membuatku tenang…

Aku mulai lupa tentang dirimu, tapi aku selalu ingat caramu membuatku merasa yakin kaucintai…

Aku rindu caramu…

Add comment May 7, 2008

girls are like apples on trees

“girls are like apples on trees.
the best ones are at the top of the tree.
the boys dont want to reach for the good ones,
because they are afraid of falling and getting hurt.
instead, they just get the rotten apples
from the ground that aren’t as good, but easy.
so the apples at the top think something is wrong with them,
when in reality, they’re amazing.
they just have to wait for the right boy to come along,
the one who’s brave enough to climb all the way to the top of the tree.”

taken from NUNA…

1 comment April 30, 2008

Admirer(3)

Dia tidak pernah lagi makan di kantin. Sudah hampir sebulan. Aku juga jadi tidak napsu makan. Sudah seminggu aku bawa bekal dari rumah. Aku makan di taman belakang. Sendirian. Di sana sepi, aku jadi bisa puas membayangkan dia. Jam 12 tepat. Aku bersiap ke taman. Kulihat sekilas mejanya sudah kosong. Aku berjalan ke taman sambil mencarinya di setiap ruangan. Tidak ada.

Ada seseorang yang sudah duduk di kursi itu. Aku mencoba mendekati. Tidak biasanya ada seseorang di sini. Dia juga tampak sedang memakan sepotong roti. Oh, itu dia! Sedang apa dia di sini? Awalnya aku mau berbalik dan makan di tempat lain. Tapi kupikir, aku bisa tau sesuatu yang sudah sebulan ini menggangguku. Apa yang membuat dia berubah? Aku tetap berjalan ke kursi itu sambil menahan napas. Aku duduk di ujung kursi yang lain. Dia menatapaku dan tersenyum. Senyum yang sama seperti dulu. Aku balas senyumannya dengan kaku.

“Ternyata makans endirian di sini memang enak.” , tiba2 dia berkata.  AKu menoleh ke kanan dan kiri memastikan kepada siapa dia berbicara.

“Mmm… maaf… Bapak bicara dengan saya?”, aku menjawab ragu.

“iya.. akhir2 ini kamu sering ke sini kan? makan di sini?”

“oh.. iya, Pak… Di sini tenang..”

“Betul.. saya juga sedang butuh ketenangan…”

“mmmm…”,rasanya ingin kulanjutan kalimatku dengan, ‘kenapa?’. Tapi aku memilih tetap diam.

“Makasih ya.. nasi goreng, yoghurt, dan makanan lain.. Termasuk roti coklat ini…”, aku tersentak. Dia tau kalo itu semua dari aku? Kok bisa?

“Mmmm.. maaf… apa maksud Bapak?”

“Hehe.. ini semua dari kamu kan?”

“mmmm… bukan.. bukan…”, aku kikuk.

“ooo.. bukan… ya, tolong sampaikan saja terima kasih saya ya..”, dia tersenyum mains sekali.

“mmm… iya, pak..”,  sepertinya dia tetap yakin bahwa itu memang aku.  Tidak lama dia beranjak. Membersihkan bajunya dari remahan roti. Dan berjalan menjauhiku. AKu tetap menunduk, tidak berani menatapnya, sambil mengunyah makananku pelan2.

“hoi!!!”, tiba2 ada yang berteriak. Dia. ke arahku. Aku menoleh ke padanya dan berdiri.

“besok! ke sini lagi kan?”, dia tetap berteriak dari jauh. AKu mengangguk pelan. Lalu aku mengangguk mantap setelah menyadari sesuatu.  Dia mengangkat jempolnya sambil tertawa lebar. Lalu dia pergi.

“saya tunggu di sini!!!”, entah keberanian dari mana aku membalas berteriak kepadanya. Dia menoleh kaget, dan tertawa lebih lebar…

Add comment March 28, 2008

Next Posts Previous Posts


 

December 2009
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Recent Comments

ndot2an on Terakhir Kali…
sepatuhitam on Terakhir Kali…
ndot2an on Tips Mencari Pasangan Jiwa…
little princess on Tips Mencari Pasangan Jiwa…
Rea on Tips Mencari Pasangan Jiwa…

Recent Posts

Blogroll

Blog Stats