Kembalinya…(3)
July 10, 2008
“Apa yang membuatmu ragu?”, Lita memandangiku sambil menyuapkan sesendok bubur ayam ke mulutnya.
“Gak tau… Mungkin karena dia pernah pergi. Berkali-kali. Dan aku gak yakin apa dia tidak akan pergi lagi kali ini…”, kami sedang membicarakan kemungkinan-kemungkinan bahwa aku dapat bersama lagi dengan Bima.
“Ya, kalo gitu jangan balik ke dia…”
“Tapi.. aku masih cinta..”
“Adriel juga mencintai kamu. Tapi dia malah pergi. Mungkin dia terlalu mencintai kamu, jadi mau berbuat apapun takut menyakitimu…”
“Mmm.. Adriel.. Ya, aku tidak pernah menyangka dia pergi dengan cara seperti itu.”
“Adriel lebih parah! Dia pergi beberapa hari setelah pertunanganmu. Tanpa kabar sama sekali… Kamu masih belum ketemu dia?”
“Belum… Tapi aku gak ingin nunggu lagi… Keluargaku udah terlanjur kecewa…”
“Ya.. aku bisa mengerti perasaan mereka, terutama papamu… Padahal papamu sudah sangat melonggarkan kriterianya untuk putri kesayangannya…”
“Hehe… Entahlah…”
“Kamu masih cinta Adriel?”
“Aku masih sayang… masih peduli.. kadang pun aku masi sering teringat dia…”
“Trus, kamu gak coba telpon dia?”
“Aku udah capek, Ta…”
“Mmmm… Lalu tentang Bima, kau yakin masih mencintainya?”
“Ya. Kalo itu dari dulu sampe sekarang tidak ada yang berubah…”
“Mmm… Tapi karena reputasinya itu, kau jadi ragu?”
“Iya..”
“Lalu buat apa kamu mencintainya? Kalau tidak ingin bersamanya?”
“Entah… Karena kelakuannya yang datang pergi seenaknya sendiri itu aku jadi terbiasa tanpa kehadirannya… Tapi aku tet konsisten care sama dia.. Mungkin aku jadi terbiasa untuk tidak mengharapkan apa-apa dari dia…”
“Mmm.. Ya, kamu memang mencintainya… Mungkin malah terlalu mencintainya… hehehe..”
“Hehe..”
“So, kamu jadi ketemu Bima malam ini?”
“Jadi..”
“Mungkin sekarang kau jalani saja… Sambil melihat apakah dia serius dengan kata-katanya kemarin… Tapi ingat, Hana… Dia Bima. Orang yang pernah membuatmu menangis berkali-kali…”
Entry Filed under: Splash. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed