Archive for March 28th, 2008

Buat sahabat gwe (dan gwe sendiri!)…

Hari ini pacar sahabat gwe berangkat ke Jepang buat kuliah. Tapi bagi sahabat gwe, artinya hubungan mereka kali ini bener2 putus. Mereka beda agama (hayah! itu lagi!) dan orang tua si cowok jelas2 ga ngerestuin (tuhkan!). Yah, awalnya dia (ngaku) udah siap (yayaya.. smua yg pengen pergi pasti awalnya ngrasa siap!), tapi pas hari H dia mulai stress. Dan… sayangnya karena kondisi, sahabat gwe gak bisa nganter cowoknya. Gwe jadi ikut sedih! (loh? bukannya gwe emang lagi sedih?). Tapi paling gak sahabat gwe sedikit banyak udah siap, cuma tinggal nguatin aja. Dueh! Plis de bahasanya! Yah, mudah2an secepetnya hati bisa diajak kompromi.

Kayak kesimpulan gwe, kalo jodoh, misalkan gwe sekarang pergi pun, suatu saat pasti akan dipertemukan, tapi kalo bukan jodoh, gwe btahan kayak apapun, ya gak akan bisa bareng… Karena pemikiran ini makanya gwe juga mutusin pergi…

Buat sahabt gwe, sabar2 yah… Kalo kita yakin ini buat yang terbaik, pelan2 kita pasti bisa ikhlas… Caranya sabar dan ikhlas gimana? Jangan lari! Hadepin dengan satria gimana perasaanlo. Jangan pernah lari atau ngalihin perasaan… Nanti jiwalo yang kena…

If you love somebody, let them go, for if they return, they were always yours. And if they don’t, they never were.
Kahlil Gibran

4 comments March 28, 2008

Admirer(3)

Dia tidak pernah lagi makan di kantin. Sudah hampir sebulan. Aku juga jadi tidak napsu makan. Sudah seminggu aku bawa bekal dari rumah. Aku makan di taman belakang. Sendirian. Di sana sepi, aku jadi bisa puas membayangkan dia. Jam 12 tepat. Aku bersiap ke taman. Kulihat sekilas mejanya sudah kosong. Aku berjalan ke taman sambil mencarinya di setiap ruangan. Tidak ada.

Ada seseorang yang sudah duduk di kursi itu. Aku mencoba mendekati. Tidak biasanya ada seseorang di sini. Dia juga tampak sedang memakan sepotong roti. Oh, itu dia! Sedang apa dia di sini? Awalnya aku mau berbalik dan makan di tempat lain. Tapi kupikir, aku bisa tau sesuatu yang sudah sebulan ini menggangguku. Apa yang membuat dia berubah? Aku tetap berjalan ke kursi itu sambil menahan napas. Aku duduk di ujung kursi yang lain. Dia menatapaku dan tersenyum. Senyum yang sama seperti dulu. Aku balas senyumannya dengan kaku.

“Ternyata makans endirian di sini memang enak.” , tiba2 dia berkata.  AKu menoleh ke kanan dan kiri memastikan kepada siapa dia berbicara.

“Mmm… maaf… Bapak bicara dengan saya?”, aku menjawab ragu.

“iya.. akhir2 ini kamu sering ke sini kan? makan di sini?”

“oh.. iya, Pak… Di sini tenang..”

“Betul.. saya juga sedang butuh ketenangan…”

“mmmm…”,rasanya ingin kulanjutan kalimatku dengan, ‘kenapa?’. Tapi aku memilih tetap diam.

“Makasih ya.. nasi goreng, yoghurt, dan makanan lain.. Termasuk roti coklat ini…”, aku tersentak. Dia tau kalo itu semua dari aku? Kok bisa?

“Mmmm.. maaf… apa maksud Bapak?”

“Hehe.. ini semua dari kamu kan?”

“mmmm… bukan.. bukan…”, aku kikuk.

“ooo.. bukan… ya, tolong sampaikan saja terima kasih saya ya..”, dia tersenyum mains sekali.

“mmm… iya, pak..”,  sepertinya dia tetap yakin bahwa itu memang aku.  Tidak lama dia beranjak. Membersihkan bajunya dari remahan roti. Dan berjalan menjauhiku. AKu tetap menunduk, tidak berani menatapnya, sambil mengunyah makananku pelan2.

“hoi!!!”, tiba2 ada yang berteriak. Dia. ke arahku. Aku menoleh ke padanya dan berdiri.

“besok! ke sini lagi kan?”, dia tetap berteriak dari jauh. AKu mengangguk pelan. Lalu aku mengangguk mantap setelah menyadari sesuatu.  Dia mengangkat jempolnya sambil tertawa lebar. Lalu dia pergi.

“saya tunggu di sini!!!”, entah keberanian dari mana aku membalas berteriak kepadanya. Dia menoleh kaget, dan tertawa lebih lebar…

Add comment March 28, 2008


 

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Recent Comments

ndot2an on Terakhir Kali…
sepatuhitam on Terakhir Kali…
ndot2an on Tips Mencari Pasangan Jiwa…
little princess on Tips Mencari Pasangan Jiwa…
Rea on Tips Mencari Pasangan Jiwa…

Recent Posts

Blogroll

Blog Stats