Cinta
March 24, 2008
Wanita itu berdiri di samping Pria. Saling menatap penuh cinta. Pria berulang kali meyakinkan Wanita untuk ikut bersamanya. Kali ini. Untuk memperjuangkan cinta mereka. Tapi Wanita menolak. Sambil melirik Pria Lain yang sedang sibuk mengawasi orang-orang yang sedang menata pelaminan. Pria Lain itu hanya tersenyum saat melihat Wanita dan Pria ini bersama. Sekali lagi, Pria meyakinkan Wanita, ini saat yang tepat untuk kembali memperjuangkan cinta mereka. Wanita juga menoleh ke Wanita Lain yang sedang sibuk mengawasi penataan makanan. Wanita Lain juga hanya tersenyum melihat Pria sedang bersama Wanita.
Tidak lama datanglah Perempuan. Bersama seorang Laki-laki. Mereka tampak bahagia. Melewati Wanita dan Pria dan berceloteh bahagia tentang indahnya perkawinan. Wanita menatap Laki-laki dengan tatapan bimbang. Wanita bisa melihat dengan jelas, Laki-laki sangat bahagian dengan Perempuan. Wanita memandang ke Pria, dan menyuruhnya memandang ke Perempuan. Betapa bahagianya Perempuan. Perempuan sedang membantu Wanita Lain menata bunga dan foto2. Laki-laki menghampiri Pria Lain dan mulai berbicara. Sekali lagi Pria menatap Wanita dan tersenyum. Tapi Wanita hanya terdiam dalam bimbang.
Di depan sana, Pria Lain, Wanita Lain, Laki-laki dan Perempuan berkumpul. Dan mereka bergembira. Semua bergembira kecuali Pria dan Wanita.
“Semua sudah terlambat… Kau punya banyak waktu untuk memperjuangkan aku dulu… Saat aku masih sendiri dan belum ada anakku. Lihat! Mereka semua bahagia! Kita harus ikut bahagia. Aku yakin cinta kita tetap akan ada. Terbukti saat akhirnya anakku pun mencintai anakmu… Dengan pernikahan anak kita, aku yakin cinta itu akan selalu hidup… Tapi mungkin bukan kita lagi pemiliknya… Kamu sudah mewariskan hal terindah pada anakmu, yaitu cinta untuk anakku… Dan kita harus ikutĀ menjaga cinta itu…”, Wanita berkata. Pria meneteskan air mata. Tapi lalu tersenyum.
“Ma, Ayah! Sini! Apa bener pelaminannya bagus di sini? Karena kata Papa kurang cahaya.. Lagipula Ibu tidak akan terlihat jika nanti bersanding di sebelah Ayah.. Cahayanya kurang…”, Perempuan berbicara sedikit keras.
Wanita dan Pria jalan beriringan menuju pelaminan. Pelaminan anak-anak mereka.
* Terinspirasi dr kisah nyata…
Entry Filed under: Splash. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed