Dia
March 14, 2008
Beberapa orang bilang kalo dia orangnya. Tapi kenyataan mengesankan bukan. Lalu aku mencoba terus berjalan. Bahkan beberapa kali sampai jauh. Kadang terlalu jauh. Sehingga jika tersesat, terlalu jauh pula jalan untuk pulang. Kadang aku harus istirahat di tempat-tempat yang sangat asing bagiku. Sendirian dan ketakutan. Tapi memang dia selalu menungguku pulang. Dia yang sadar akan keadaan tidak pernah menuntut apa-apa. Tapi, juga tidak berjuang apa-apa. Dia hanya menunggu. Sedangkan aku? Dengan segala alasan yang kubuat tentang kenyataan, aku tak pernah lelah untuk mencoba. Kadang mengajaknya, kadang aku berjalan sendiri.
Dia selalu melebarkan tangannya untuk memelukku jika aku pulang dalam keadaan letih. Membasuh lukaku saat hatiku perih. Membelai rambutku dan mendengarkan cerita-cerita tentang aku yang tersesat, sambil tersenyum dan tanpa komentar sama sekali. Walaupun dia sering membuatku tidak nyaman tapi dia selalu menerima apa pun keadaanku saat aku pulang. Sampai suatu saat aku pulang dalam keadaan setengah sadar dan luka di seluruh tubuhku, dia juga yang mengobati lukaku dan berusaha membuatku siuman. Dia pula yang tanpa sadar membuatku ingin terus berjuang.
Hari ini aku sadar. Selalu pada dialah aku pulang, karena aku tau sebenarnya dialah yang paling bisa menerimaku. Dalam keadaan paling cantik, atau pun paling jelek sekalipun. Dalam keadaan sangat sehat, atau dalam keadaan tidak sadar sekali pun. Bukan seribu kata-kata dan janji yang mudah tumpah dari mulut seseorang, tapi lalu memilih menelan kembali janjinya sendiri. Bukan seribu teori dan idealisme yang dilontarkan, tapi lalu dia sendiri yang kesulitan dalam implementasi. Dia memang tidak pernah melakukan apa-apa. Hanya diam, menunggu, dan tetap selalu ada saat aku pulang.
Mudah2an suatu saat ada yang berpihak pada kita, mimpi yang menjadi kenyataan, terserah apapun kombinasinya. Apapun itu aku yakin kita pasti bahagia.
*Untuk ’sandaran duduk’ku…
Entry Filed under: Daily. .
7 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
ChoYz | March 14, 2008 at 4:17 am
hey beib!!!
ada crita2 apa niy???
pengen crita2 deh…hiks!!
2.
Putik | March 14, 2008 at 4:41 am
i know “him”….
yg paling pnting sekarang memang bukan siapa yg “ideal” buat kita…tapi siapa yg setia dan menerima kita apa adanya…itu yg membahagiakan ndot!!
well klo bole minta yg ideal n menerima apa adanya n setia ada ga yaaa….*tetep looooh*hwehehehe
ayooooo kawin!!!!
3.
ndot2an | March 14, 2008 at 5:09 am
@ Choyz : banyak cerita say… banyak kejadian, banyak pelajaran, dan cukup banyak ‘tamparan’ juga… hahahha..
@ Putik : iyo ik! Tapi kalimat terakhirmu yang tampaknya semangat sekali itu, blom bisa dia wujudkan.. ahahahahha..
4.
Leonardo | March 15, 2008 at 2:15 am
Kirain tadi ‘dia’ ini Dia. ternyata bukan yah.
Kiran bener-bener Dia. -_-
Tapi tulisannya asli keren mba’.
Salam kenal yah.
5.
ndot2an | March 18, 2008 at 12:41 am
hehe.. ‘d’nya kecil.. gek gedhe.. ;p
salam kenal jugah.. n makasih commentnya…
6.
Wira | March 24, 2008 at 8:37 am
Siapapun orangnya, dia pasti merasa beruntung dan tersanjung bisa membuat dirimu tetap bahagia. Melihat kenyataan bahwa orang yang disayang sedang berbahagia, memiliki kepuasan dan sensasi yang lain. Tetep semangat ya… abis gelap pasti terbitlah terang, itu kata RA Kartini
7.
ndot2an | March 24, 2008 at 8:45 am
Setelah putus ma aku, kayaknya kamu makin jayus, bun? hehe..