Archive for February, 2008
Traditional VS International
Yang satu namanya ‘Cenil’. Warna-warni. Kenyel2. Manis. Tidak terlalu mengenyangkan kecuali lo makannya 1 kilo.
Yang lain namanya ‘Spaghetti’. Kayak mie. Gurih. Ngenyangin banget walaupun gwe cuma makan dikit.
Gwe suka dua-duanya. Gwe suka ‘Cenil’. Manis. Tapi belum bisa ‘ngenyangin’ gwe. Cuma bisa buat ‘cemilan’. Gwe suka ‘Spaghetti’. Kalo lagi ‘laper’, dia bisa ‘ngenyangin’ gwe. Lebih kayak ‘main course’. Tapi susah dapet ’spaghetti’ yang enak. Kalo ‘cenil’, ada banyak di pasar.
Jadi, ‘cenil’ sama ’spaghetti’ punya peran beda dalam kehidupan gwe. Tapi gwe cuma boleh pilih 1. Yang mana donk?
13 comments February 21, 2008
Tuhan bercanda lagi…
Semalem gwe nonton P.S. I LOVE YOU. Gwe naksir berat sama pemeran Gerry. Gak tau sama fisiknya, atau sama karakternya di film itu. Tapi, buset! Punya pasangan kayak gitu pasti menyenangkan ya…
Tapi, masalahnya bukan itu. Sebenernya gwe udah baca novelnya dari lama. Sedikit membosankan, tapi tetep berhasil bikin gwe nangis (Yaelah, gwe nonton ape aje jg nangis!). Nah, gwe agak lupa nih kalo ada tokoh William. Yang nada2nya, bakal jadi cintanya Holly setelah Gerry meninggal. Sebelum gwe cerita bagian serunya, tolong inget lirik yang gwe post kemaren. Siap?
PEMERAN WILLIAMNYA MIRIP BANGET SAMA ‘PANTHERA TIGRIS’!!!!!
Ya ampun! Baru aja kemaren gwe ’syukuran’. Tapi gwe jadi inget lagi! Gimana donk???
4 comments February 20, 2008
Love
Adalah takdir yang mempertemukan mereka, di tengah belantara kota Jakarta, bertemu dalam persimpangan-persimpangan hidup yang penuh kejutan, dituntun oleh sesuatu yang selama ini dibilang buta padahal ia punya mata yang tidak dimiliki manusia… CINTA…
huaaaa aku pengen nonton!!!!
Add comment February 19, 2008
My ‘Just-chat’ Story
Butuh keberanian tersendiri buat narok lirik ini di sini. Dulu kata Ifnu, kalo posisi pertama di hati gwe udah bergeser jadi nomor 2, 3, atau bahkan keluar dari 3 besar, gwe juga akan ’sembuh’. Nah, posisi itu udah berubah! Dan buat ’syukuran’, gwe publish lirik yang gwe buat setahun yang lalu…
My ‘Just-chat’ Story by Ndot (n Ichoy n Bu Desina.. hahahaha…)
We met on messenger and tried to chat
You’re Panthera Tigris and I was Pussy Cat
That’s 10 pm here and 9 am there
My bed time and your busy time but we didn’t care
It’s nice to chat with you
I knew u felt like that too
Next week you’d be back to this country
I was happy and said it’s destiny
Finally, we met and you hug me a lot
I hug you and thought “He’s so hot!”
This was happy ending of my “just-chat” story
But, after a while you disappeared
And didn’t make anything clear
You just said sorry before you flew
I cried and said goodbye to the sky that blue
Finally, you left me and said we’re different
I didn’t know what you meant but i waited in silent
Now your’re only my “just-chat” story
7 comments February 19, 2008
Gwe gak sendirian di val’s day…
Feb 15th, 2008 by maia
Setelah minggu lalu aku kecewa dengan penggoresan mobilku di rumah, kemudian pekerjaanku yang di TV swasta juga digagalkan atas permintaan suami karena duo MAIA tidak boleh sepanggung dengan artis2 RCM, tadi malam aku yang tidak ada pekerjaan, aku yang sehari sebelum tgl 14 meminta ijin kepada suamiku untuk membawa anak2ku untuk merayakan valentine bersama anak2, ternyata tidak diijinkan dengan alasan VALENTINE HARAM…. Aku pikir mengapa aku tidak boleh bersama anak2, kan aku sedang tidak bekerja malam itu, sementara Dhani bekerja….
Aku dan anak2 memang sudah janjian akan dinner tgl 14 Feb di Restaurant PURE Menara Imperium Kuningan, restaurant yang bisa berputar sambil melihat keindahan Jakarta di waktu malam di lantai 35 untuk merayakan Valentine dengan mereka… Sedih aku ketika sepulang sekolah anak2 tidak langsung pulang ke rumah, sementara mereka tahu aku akan pergi dengan mereka jam 3 sore, ternyata anak2 sudah dibawa pergi dahulu oleh ayahnya tanpa aku bisa menghubungi mereka…. Ya sudah, aku akhirnya merayakan valentine dengan ibuku dan manajemenku… Aku juga sudah mempersiapkan kado istimewa untuk ketiga anakku… Tapi pupus sudah aku memberikan surprise buat mereka… Saat itu rasanya aku sudah malas ingin merayakan valentine, karena buat aku berkumpul bersama anak2 adalah saat2 istimewa….
Kesedihan di valentine tergantikan oleh kelucuan para teman saat bertukar-tukaran kado… Kami tidak boleh membawa kado yang harganya lebih dari Rp. 50.000 (bukan harganya yang kami nilai, tapi ketulusan saling memberikan hadiah untuk orang2 yang kita sayangi)..Aku bahagia karena ibuku memberikan bunga untuk aku…..I LOVE YOU MOM!!!!
Tiba2 tadi pagi aku sakit hati melihat Dhani di TV merayakan valentine dengan anak-anak dan tante yang aku pernah geram (karena tante tersebut pernah mengaku menikah dengan suamiku kepada teman2ku artis dan juga para manajernya, terus sang tante juga pernah keceplosan dengan menyebut SUAMI BERSAMA saat manggung di pembukaan TOUR 40 kota RAJA-RATU, dan yang terakhir adalah sang tante memberikan gambar yang tidak pantas untuk dilihat anak2 kecil walaupun itu hanya video lucu-lucuan, tapi aku diprotes oleh orang tua murid gara2 video tersebut, karena maaf terlihat alat vital seorang lelaki saat bermain bola)
Aku sakit bukan main, tadi malam aku dilarang bervalentine dengan anak2ku karena VALENTINE HARAM kata suamiku… ternyata anak2 malah merayakan dengan tante tersebut (saat dibagi coklat, hanya satu anakku yang mau menerima, sementara 2 yang lain terlihat sedih)….. Bagaimana bisa, seorang ibu yang ingin menyenangkan anaknya dan meminta ijin sehari sebelumnya untuk bervalentine, ternyata tidak boleh, dan malah mempertontonkan acara valentine yang dirayakan sesaat sebelum sang tante dan suamiku naik panggung.. Aku sedih.. Mengapa tega sekali?????
Saat aku dan suamiku menyelesaikan masalah anak2ku di KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) kami bersepakat secara gentlemen agreement dan disaksikan pengurus dan ketua KPAI…Kesepakatannya adalah, aku dilarang membawa anak2ku bermain di studioku tempat aku bekerja (buatku ini larangan yang tidak masuk akal, karena apa salahnya seorang ibu membawa anak2nya ke tempat ibunya bekerja)…. Tapi aku menurutinya dengan maksud untuk mengalah supaya tidak ribut, tetapi dengan syarat bahwa suamiku juga tidak boleh membawa anak2ku pergi jika saat itu ada tante yang aku tidak suka…. Ternyata feelingku benar, sang tante memberikan pengaruh buruk dengan kelalaiannya memberikan gambar yang sangat tidak pantas untuk anak2 seusai anak2ku…
Apa yang terjadi, kesepakatan tersebut hanyalah tinggal janji palsu belaka… Anak2ku sering diajak bergabung dengan sang tante tersebut, entah main futsal, entah main tembak2an, entah ke luar kota, sementara aku menahan untuk tidak membawa anak2ku ke studio…..
Dan kemaren saat aku terus meminta ijin untuk membawa anak2ku bervalentine, bukan ijin yang kuperoleh, malahan sms y bahkan di akhir2 sms, suamiku menulis ” O iya, aku akan buat MULAN jadi artis no.1 paling ngetop dan paling kaya.. aku akan menguras semua tenaga dan waktuku…juga doaku…PUAS!!!!!”….
TUHAN, inilah jawaban yang akhirnya membuat aku meneruskan niat menggugat cerai dari suamiku karena dia tidak mau melepaskan seseorang yang telah menyakiti aku…..dan telah menghancurkan perkawinanku….
SELAMAT VALENTINE SEMUANYA, di hari kasih sayang ini aku menangis sedalam-dalamnya…. Inilah akhir dari perkawinanku… Aku yang hanya seorang istri yang meminta suamiku untuk melepaskan artis2 perempuan di manajemennya (karena menurut aku itu sumber penyakitnya sejak dulu…) Suamiku lebih memilih seseorang yang pernah menusukku dari belakang…. Inilah hadiah valentine yang paling menyedihkan dalam hidupku….
4 comments February 18, 2008
Tangis Terakhir…
Ini tangisan terkahir. Aku berjanji. Tidak hanya pada diriku sendiri, tapi juga kepada orang-orang yang menyayangiku. Malam ini aku mendapat banyak dukungan, sekaligus pembuktian. Bahkan adik kecilku tidak bosen menghiburku dengan menari dan bernyanyi lagu Jepang yang ngaco. Adit pun datang, dan berkali-kali menyeka air mataku. Adikku yang lain bernyanyi lagu ‘Air Mata’ dan ‘Hadapi dengan Senyuman’ sambil menertawakan aku yang menangis sesegukan. Berbeda dengan kemaren saat aku merasa sangat sendirian. Malam ini aku merasakan kehadiran Tuhan. Bahkan beberapa teman menyampaikan dukungannya lewat blogku. Ibuku pun mengirimkan sms, ‘Tuhan Maha Membolak-balikan Hati’.
Bukan karena rasa itu telah hilang. Tapi karena aku sudah sadar. Bukan karena tidak lagi sayang. Tapi justru karena aku semakin mencinta. Cinta ini terlalu suci untuk ditempatkan di posisi yang salah. Sayang ini terlalu murni untuk dijadikan komplementeri. Aku sudah memutuskan untuk membatasi diri. Mungkin aku harus mengubah energi cinta menjadi energi lain. Aku akan selalu ada untuk dia. Tapi dengan cara yang benar. Bukan dengan cara siri seperti ini.
Tuhan, terima kasih Kau telah kembali datang. Kau tidak hanya membelaiku tapi juga menciumku dengan mesra. I Love YOU…
3 comments February 16, 2008
Hadapi Dengan Senyuman – Dewa
Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi
Biar terjadi .
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua… Kan baik baik saja
Bila ketetapan tuhan
Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah .
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah
Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang
Oh, God!
1 comment February 16, 2008
Tuhan…
Tuhan, di hari (yang kata orang) kasih sayang ini aku belum bisa merasakan hadiah dariMu. Entah mengapa Kau tetap bungkam padaku tentang hal itu. Dulu Kita sering berkomunikasi, bercanda, dan bahkan menangis bersama. Tapi mengapa sekarang aku merasa beda. Saat aku menangis pun, Kau tetap terdiam. Apa belum cukup pelajaran yang telah kuterima? Apakah belum waktuNya aku naik kelas?
Aku ingat aku hanya bisa menangis ketika fitnah terbesar dalam hidupku hadir. Malam itu aku bisa merasakan Kau ada. Bahkan sesekali membelai kepalaku. Walaupun aku sedih, tapi pada akhirnya Kita tertawa bersama. Aku juga ingat ketika cobaan terberat itu datang. Aku kembali menangis dan mengutuk diriku sendiri. Tapi Kau tetap datang, dan mentup mulutku yang penuh sumpah serapah, dan menyuruhku untuk tersenyum.
Tapi kali ini beda. Kau tidak lagi hadir. Saat dia benar-benar pergi. Saat orang yang kurasa kubutuhkan, pelan-pelan pergi dariku. Kau menyuruhku untuk bertahan. Kau juga yang menyuruhku untuk diam. Walaupun aku menangis, tapi sesuai perintahMu, akumengikutiMu. Aku ingat Kau berjanji ada kejutan untukku. Tapi apakah yang terjadi di hari kasih sayang inilah kejutanMu? Saat aku merasa tidak memiliki siapa pun, bahkan untuk sekedar berbagi rasa? Bahkan aku merasa, semakin aku menuruti kata-kataMu, semakin keras pula tekananMu. Aku seperti tidak diinginkan, Tuhan. Hingga dia menyebutku hanya menjadi beban baginya.
Tuhan, tolong cabut rasa ini, jika hanya bisa membebaninya. Tolong ambil cinta ini jika tidak akan membawa kebahagiaan. Tapi jika memang dia adalah kejutan itu, berilah aku kekuatan, Tuhan… Beri aku belaian di kepala lagi seperti dulu. Apa saja, asal aku tidak merasa sendirian. Apa saja… Tolong…
Add comment February 16, 2008
Aku harus gimana?
Dulu waktu aku mau pergi, kamu bilang sebenernya kamu udah mau berhenti dan hanya tinggal cari waktu yang tepat untuk bicara…
Dulu waktu aku mau pergi, kamu bilang buat apa mikirin dia, kalo dia aja gak mikirin kamu…
Lalu aku memilih untuk stay…
Tapi yang terjadi sekarang justru kamu yang mikirin dia…
Trus kamu bilang bahwa aku bisa pergi kalo aku mau pergi…
Menurut kamu aku harus gimana?
Tolong, kasih tau aku…
Aku harus gimana?
3 comments February 13, 2008
Campur Aduk…
Hari ini perasaanku bercampur aduk. Kabar dadakan yang kuterima semalam membuat aku tidak bisa tidur. Aku pun tidak bisa bercerita pada Aris karena keadaannya yang lelah. Padahal aku ingin cerita. Kata-kata dan isakan sudah hampir tumpah ruah semalam. Tapi itu terkalahkan oleh rasa bahagiaku. Bahagia melihat Adit sudah menemukan seseorang. Tapi, masih ada segelintir kecewa yang hinggap. Bukan karena bukan aku yang Adit pilih. Tapi karena mengapa aku belum merasakan yang Adit rasakan. Kecemburuan sosial.
Pagi ketika aku bangun, ada tempat yang dulunya terisi penuh dalam hatiku, mendadak menjadi kosong. Aku sampai lunglai berjalan. Kepalaku berat, dan aku tidak bisa bercerita kepada siapa pun. Aku tahu ini jalan yang aku dan Adit pilih. Tapi ketakutan tetap ada. Walaupun Adit dan Ayu berjanji akan selalu ada buat aku. Betapa beruntungnya aku mendapatkan Adit akan menikahi perempuan yang mengerti posisiku. Tidak cemburu, apalagi menghakimi aku. Mungkin aku memang beruntung. Tapi aku lalu menjadi hiperbolik dengan mengatakan bahwa semua sudah menemukan bahagia kecuali aku. Bukan itu. AKu tahu pola yang selalu disajikan Tuhan. AKu hanya harus bersabar.
Aku inget awal pertemuanku dengan Aris, dan awal pertemuanku kembali setelah 11 tahun tidak tahu kabar. Aku belum tahu apa yang ingin Tuhan beri tahukan kepadaku. Untuk apa kami dipertemukan lagi? Dengan keadaan yang seperti ini. Entah apa rencana Tuhan. Aku harus tetap menjaga moral, dengan tidak merusak terlalu jauh hubungan Aris. Ingin rasanya stay dan bebas mencintai dia. Tapi apa itu mungkin? Akhir-akhir ini aku pesimis. Tapi aku akan berusaha bahagia jika hubungan ARis membaik. Tidak seburuk yang dia gambarkan selama ini.
Kemarin aku meminta ARis untuk tidak memanggilku dengan sebutan ’sayang’. Lalu hari ini dia mulai memanggil namaku. Hatiku tergores setiap dia menyebut namaku. Sepertinya semakin lama dia makin menjauh. Tapi, sekali lagi itu yang aku mau. Kenapa aku selalu membuat keputusan yang pada akhirnya membuatku sakit? Oh, God! Apa aku adalah orang sok baik yang mengatasnamakan ‘daripada orang lain yang sakit, mending gwe yang sakit’? Apa kabar dengan freewill? Semua org punya kebebasan untuk berusaha menentukan nasibnya. Tapi kenapa rata-rata aku menyerah? Ini bukan menyerah. Menurutku, ini adalah sadar diri. Sadar akan kemampuan dan posisi diri sendiri.
Sekarang semuanya seperti mau meledak. Tapi aku tidak bisa. Sepertinya Tuhan sedang membungkamku sambil menyiapkan kejutan untukku. Tuhan, selamatkan aku..
Add comment February 13, 2008